SOGIE SC (Sexual Orientation, Gender Identity, Expression, dan Sex Characteristic)
Hallo
Sobat Bloggers jumpa lagi bersama kami...
Gimana
nih kabarnya hari ini? Hihi kami nanya kabar terus ya, kami harap Sobat
Bloggers dalam keadaan sehat dan juga bahagia ya tentunya. Pada kesempatan kali
ini kami akan membahas materi mengenai SOGIE SC, mungkin akan terdengar asing
bagi sobat bloggers. Untuk itu mari kita sama-sama belajar ya untuk membahas
materi ini.
SOGIE
SC bisa digambarkan dengan gender bread. SOGIE SC kepanjangan dari Sexual
Orientation, Gender Identity, Expression, dan Sex Characteristic merupakan
pemaham mengenai orintasi seksual, gender guna mengedukasi masyarakat untuk
lebih aware terhadap adanya orientasi seksual yang sebenarnya beragam hanya
saja masarakat kurang mengetahui hal tersebut. Latar belakang adanya pemahaman
SOGIE SC, selain itu karena banyaknya pelanggaran HAM yang terjadi di
masyarakat karena kurangnya informasi serta pemenaham mengenai orientasi
seksual. Adanya kata seksual membuat masyarakat menganggap hal yang tabu,
bahkan banyak dari masyarakat ataupun sobat bloggers yang belum mengetaui apa
itu oerintasi seksual, identitas gender, ekspresi gender, dan juga sex.
Yuk kita bahas bersama....
1. SO (Sexual Orientation)
Orientasi Seksual menurut American Psychological Association (2008) yang dikutip dalam Alhamdu, A. (2015) mendeskripsikan orientasi seksual sebagai sebuah kondisi emosional yang bertahan lama, romantis, dan daya pikat seksual untuk berhubungan dengan orang lain (lakilaki, wanita, atau keduanya). Dikutip dari anticyberbullying Orientasi seksual mengacu pada jenis kelamin mana seseorang tertarik secara emosional dan seksual. Kategori-kategori ini meliputi ketertarikan pada:
- Ketertarikan seksual atau emosional kepada individu lain yang memiliki jenis kelamin sama (homoseksual).
- Ketertarikan pada lawan jenis, pria tertarik pada seorang wanita dan sebaliknya (heteroseksual).
- Ketertarikan seseorang terhadap 2 jenis kelamin atau lebih (biseksual).
- Individu yang tidak memiliki ketertarikan seksual kepada orang lain dari jenis kelamin apa pun (aseksual).
2. GI (Gender Identity)
Identitas Gender lebih mengarah sebagai identifikasi yang berkaitan dengan pengetahuan objektif tentang cara seseorang merasa atau melihat dirinya, apakah sebagai perempuan, laki-laki, atau transgender. Kebanyakan orang merasa atau melihat dirinya sesuai dengan seks biologisnya. Hal ini terlihat misalnya ketika seseorang merasa dirinya perempuan karena punya vagina dan rahim, atau merasa dirinya seorang laki-laki karena memiliki penis dan testis.
3. E (Exspression)
Ekspresi merupakan bagaimana seseorang mengeskpresikan dirinya. Dalam ekspresi ini jika dikaitkan dengan ekspresi gender yaitu Ekspresi berkaitan ekspresi baik melalui penampilan fisik, pakaian, dan perilaku saat melakukan interaksi dengan oranglain. Seseorang bisa memiliki ekspresi gender yang beragam seperti:
- Feminim
-Maskulin
- Androgini (di mana tampilan luar maskulin dan feminin sekaligus atau berganti-ganti sesuai hatinya)
4. SC (Sex Characteristic)
Sex merupakan karakteristik seksual setiap orang. Poin ini berkaitan dengan kromosom, gonad, dan biologi. Seks biologis adalah ciri yang bisa kita lihat, yakni ciri fisik tubuh kita. Seperti:
- Jantan (berpenis, bertestis, dan sebagainya),
- Betina (bervagina, berahim, dan seterusnya).
- Interseks (kelamin ganda)
Kasus interseks jarang sekali terjadi sehingga jumlahnya relatif sedikit. Hal yang disayangkan, seringkali tindakan medis sudah dilakukan ketika bayi yang baru dilahirkan diketahui memiliki dua jenis kelamin. Seperti kasus Aprilia Manganang, dimana dia mengalami kesulitan mengenai dirinya apakah perempuan atau laki-laki. Hal ini karena mungkin kurangnya informasi mengenai hal tersebut dan juga tidak ada tindak lanjut kepada pihak medis.
Bagaimana nih bloggers, pembahasan kali ini seru banget kan? seru dong. Pembahasan kali ini juga bisa menambah informasi dan pengetahuan sobat bloggers loh. Mungkin jika pembahasan kami ada yang kurang ataupun keliru boleh banget ya komen. Terima kasih Sobat Bloggers...
DAFTAR PUSTAKA
Alhamdu, A. (2015). Orientasi Seksual; Faktor, Pandangan Kesehatan
Dan Agama. Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena
Agama, 16(1), 120-140.
Anti Cyber Homophobia. 16 Mei 2013. Bicara tentang Orientasi
Seksual dan Identitas Gender Yuk!. http://anticyberbullying jogja.weebly.com/artikel/bicara-tentang-orientasi-seksual-dan- identitas
gender-yuk
Komentar
Posting Komentar