IMS (Infeksi Menular Seksual)

 Hallo Sobat Bloggers jumpa lagi bersama kami. 

    Gimana nih kabarnya hari ini? baik pastinya dong ya. Nah pada kesempatan kali ini sebenarnya kami ingin sharing lagi nih pengalaman kami selama magang di Pilar PKBI. Selain di sini kami mendapatkan pengalaman yang unik, kami juga dibekali ilmu - ilmu yang sangat bermanfaat bagi kami dan bagi sobat bloggers dimanapun kalian berada. Kalian pernah dengar yang namanya IMS (Infeksi Menular Seksual)? pastinya kalian sudah tidak asing lagi kan dengan kata itu dan sobat bloggers disini pasti sudah pernah mempelajarinya. Yuk langsung kita simak saja materi pada kali ini. 

    Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan penyakit infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual ataupun aktivitas seksual lainnya, baik secara vaginal, anal, maupun oral. Tidak hanya hubungan intim, penularan juga dapat terjadi melalui transfusi darah dan berbagi jarum suntik dengan penderita. Infeksi juga dapat ditularkan dari ibu hamil ke janin, baik selama kehamilan atau saat persalinan.Infeksi Menular Seksual (IMS) bisa disebut sebagai dengan penyakit kelamin. Biasanya penyakit infeksi menular seksual bisa melalui mulut, anus, vagina maupun penis. 

Jenis penyakit infeksi menular seksual berdasarkan penyebabnya yaitu :

  1. IMS yang disebabkan bakteri, yaitu: Gonore, infeksi genital non spesifik, Sifilis, Ulkus Mole, Limfomagranuloma Venerum,Vaginosis bakterial
  2. IMS yang disebabkan virus, yaitu: Herpes genetalis, Kondiloma Akuminata, Infeksi HIV, dan AIDS, Hepatitis B, Moluskus Kontagiosum. 
  3. IMS yang disebabkan jamur, yaitu: Kandidiosis genitalis
    IMS sering tidak menimbulkan gejala sehingga sulit untuk dikontrol tetapi ada beberapa gejala yang mungkin akan nampak pada laki - laki seperti keluar cairan kental berwarna kekuningan dari alat kelamin, nyeri dibagian perut bawah, dan kemerahan disekitar kantong zakar, Sedangkan pada perempuan untuk mengidentifikasi adanya gejala IMS sulit diketahui karena organ reproduksi perempuan berada di dalam. Tetapi biasanya perempuan yang mengalami IMS dapat merasakan gejala seperti adanya luka dan merasa sakit di sekitar vagina, mengeluarkan cairan berwarna, gatal, dan berbau, merasa sakit ketika sedang buang air kecil, adanya tonjolan di sekitar mulut vagina, dll. 

    Menurut data dari World Health Organization (WHO dalam Achdiat, P. A., Rowawi, R., Fatmasari, D., & Johan, R. (2019)) pada tahun 2016 ada sekitar lebih dari 1 juta orang menderita IMS setiap harinya, sehingga memungkinkan akan selalu bertambah setiap tahunnya jika orang menderita terindikasi  mengalami IMS dan penderita IMS berani untuk melakukan validasi ke layanan kesehatan hal ini didukung oleh pernyataan CDC yang mengatakan bahwa hampir 20 juta kasus yang terinfeksi terjadi setiap tahun. Namun pada kenyataannya penderita IMS masih takut untuk mengunjungi layanan kesehatan. Orang yang menderita IMS sebagian besar merupakan usia remaja, sesuai dengan data dari UNFPA dan juga WHO yang menyebutkan bahwa 1 dari 20 remaja tertular IMS setiap tahunnya (BKKBN, 2013 dalam Achdiat, P. A., Rowawi, R., Fatmasari, D., & Johan, R. (2019)). Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan remaja tentang IMS itu sendiri.

    Adapun cara untuk mencegah terjadinya IMS yaitu perlunya pemberian layanan informasi terkait pengetahuan IMS baik untuk orang yang memiliki gejala IMS maupun orang yang rentan atau berisiko terkena IMS. Selain mendapatkan pengetahuan cara untuk mencegahnya,  bagi mereka yang memiliki pasangan harus berkomitmen untuk saling menjaga (setia pada satu pasangan) dan mereka yang memiliki pasangan perlu untuk mengakses layanan kesehatan guna memeriksakan diri adanya IMS pada dirinya lebih cepat dan jika terinfeksi akan lebih cepat juga untuk mendapatkan penanganan.

Cukup sekian sharing mengenai Infeksi Menular Seksual (IMS), sampai jumpa lagi sobat bloggers.....

DAFTAR PUSTAKA
Achdiat, P. A., Rowawi, R., Fatmasari, D., & Johan, R. (2019). TINGKAT PENGETAHUAN PENYAKIT INFEKSI MENULAR SEKSUAL DAN KOMPLIKASINYA PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI JATINANGOR. Dharmakarya8(1), 35-38.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kegiatan Posyandu Remaja di Karang Taruna Banget Ayu Wetan

Mengenal PKBI Jawa Tengah

Pelatihan Fasilitator, Pelatihan PFA, dan Workshop Pengembangan Kurikulum Pendidikan KESPRO di SMP